Sekilas Tentang Film Suami yang Menangis

Rasanya tidak ada umat Islam di tanah air yang tak mengenal sosok mendiang Ustadz Arifin Ilham walaupun belum pernah bertatap muka secara langsung. Ulama yang wafat pada usia muda ini memang dikenal kharismatik serta mempunyai aura positif dari keseluruhan bahasa tubuh serta ekspresi wajahnya. Selain itu ulama yang satu ini juga populer dengan metode dzikirnya untuk mendekat kepada Allah SWT serta meraih ridha-Nya. Arifin Ilham telah membuktikan bahwa dengan dzikir hati menjadi damai dan tentram serta sanggup memunculkan kekuatan spiritual dari dalam diri.

Wafat beliau menjadi kesedihan teramat besar bagi masyarakat muslim Indonesia dan untuk mengenang ulama dengan suara seraknya yang khas itu, Anak Bangsa Pictures serta Majelis Az-Zikra memproduksi sebuah film berbingkai, atau cerita dalam cerita tentang kisah hidup Alm. KH. M. Arifin Ilham. Film berjudul “Suami Yang Menangis” ini sekaligus sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada beliau atas jasa-jasanya kepada umat Islam Indonesia.

Film ini dapat menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin mendapatkan ketenangan hati dengan metode dzikir ala mendiang Ustadz Arifin Ilham. Dibawakan dalam bentuk cerita yang mengalir para penonton bisa belajar tentang kekuatan dzikir sekaligus penerapan metode tersebut dalam keseharian yang dapat membawa seseorang dari keburukan kepada kebaikan.

Film ini sangat direkomendasikan untuk disaksikan masyarakat muslim tanah air karena mengandung banyak hikmah. Selain itu Film Suami yang Menangis juga dapat menjadi pengobat rindu bagi para jamaah atau umat Islam Indonesia yang mungkin masih merasa sedih akan kepergian sang Ustadz setelah kekalahannya melawan penyakit kanker ganas.

M. Alvin Faiz turut bermain

Yang menarik pada film ini turut berpartisipasi pula M. Alvin Faiz, putra sulut Ustadz Arifin Ilham yang memerankan mendiang ayahnya sendiri. Selain itu masih ada deretan actor dan aktris tanah air yang juga ikut serta mulai dari Ariyo Wahab, Betari Ayu, Sarah Salsabila, Poppy Bunga, dan lain-lain. 

Synopsis singkat film ini dimulai dari kehidupan masa kecil Arifin Ilham hingga beliau mengalami bencana dipatuk ular berbisa. Secara medis kondisinya pada waktu itu sudah dinyatakan tak dapat diselamatkan, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Arifin muda mempercayakan hidupnya kepada Tuhan dan terus berupaya secara spiritual untuk menyembuhkan tubuhnya dari dampak gigitan ular tersebut.

Sholat dan dzikir menjadi upaya terakhirnya sambil terus berpasrah kepada Allah SWT. Nyeri seluruh tubuh akibat bisa ular yang mulai menjalar tak dirasakannya demi terus beribadah dan berdzikir hingga akhirnya dengan izin Allah Arifin Ilham muda dapat disembuhkan seperti sedia kala. Tidak ada yang dapat menjelaskan peristiwa ajaib yang terjadi kepadanya, termasuk keilmuan medis para dokter yang menangani kasusnya.

Film yang disutradarai oleh Faridsyah Zikri ini tentu akan semakin menarik dengan kehadiran Alvin yang ternyata memiliki bakat acting. Syuting film ini dimulai di Kota Banjarmasin, kampung halaman Arifin Ilham. Dapat dibilang yang paling cocok untuk memerankan ustadz kharismatik ini memang bukanlah orang lain, selain sang Putra sendiri.

Demi totalitas, Alvin bahkan rela kulitnya dimake-up lebih gelap demi terlihat mirip dengan ayahandanya. Pada caption Instagram-nya, Alvin juga menuliskan:

 “Jadi kulit gue dimake up jadi hitam supaya persis kaya abi @kh_m_arifin_ilham remaja dulu, katanya kulit gue terlalu putih,”. Film ini cocok menjadi salah satu tontonan yang bergizi dan sarat akan hikmah bagi seluruh keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *